Archive for Puisi

Selintas Surat Cinta

Manisku….
Ada banyak, banyak sekali
Yang mesti ku katakan padamu
Dari mana yang pertama, mesti ku mulai
Segala padamu serba terpuji
Kau, yang membuat indung sutera
Dari tulisanku dengan segala maknanya
Inilah nyanyianku, dan aku di sini
Dan kita terangkum dalam sesuatu yangn kecil ini
Esok, bila kau buka
Maka lampu akan menatap dan bernyanyi
Karena rindu, akan menjadi hijau huruf-hurufnya
Dan seakan terbangn koma-komanya
Jangan katakan : kenapa orang muda ini
bicara tentang diriku pada sungai dan jalan yang berkelok sunyi
Pada pohom badam dan tulip sehingga kemana aku pergi
Dunia pun akan selalu mengikuti
Dan mengatakan apa yang dikatakan orang muda itu
Bahwa tiada lagi bintang yang tak diharumi semerbak wangiku
Esok, orang akan melihatku dalam sajaknya, dan tampak
Mulut rasa anggur dan rambut dipotong pandak
Jangan pedulikan kata mereka, karena kau akan besar
Hanya dengan kasihku yang besar
Apa artinya dunia ini tanpa kita
Dan tanpa matamu, apa jadinya

>>>Sumber : Nizar Qabbani, Damsyik 1923

Advertisements

mata hati

jauh jalan yang harus ku tempuh
di kehidupan aku berlabuh
di dua jalan yang harus ku pilih
dilema ku berdiri
seperti embun di pagi hari
hadirmu penyejuk hati
sirami ruh dan jiwa ini
yang telah lama menanti
antara hitam dan putih
satu yang harus ku pilih
mata ini terlalu buta
hati ini terlalu keras
kunanti datang cahaya terang
terangi pandang bukakan hati ini

Airmata Yang Patah

gesekan dedaunan bernyanyi lemah
dikepung angin basah
diantara ulat resah
dan air matamu patah
jatuh terkurai di keringnya tanah
sedang kerinduan adalah…
mata pisau yang kerap kau asah
di tiap perhentian
kita harus masih melangkah
di genangan cahaya
tanpa perlu bayangan
sebab hidup ini lucu … continue reading this entry.