Archive for Diary

Just inside me…

life must always be kept running … it was the saying goes, so too my life. so far so many things that happen, the ups and downs that have been sadly missed love. if you think back to my past where I was walking with my arms linked to the dear mother’s hand … now I walk alone to face life … do not feel it was time to go and make my parents proud, though not how I would continue to strive to become aware that they proud of me, with all the energy trying to cover all my needs … although now I’m still a nobody but I’m sure they would struggle in vain … the sweat and hard work they will be paid by performance and all I have …. I’m sure God will show me the way to it … where there’s a will there’s a way.

Advertisements

hAvE fUn…!

Setelah sekian lama rasanya kangen juga dengan ngeblog, akhirnya semangat itu bangun lagi seteah sekian lama tertidur dalam pangkuan bunda he…

Rasanya juga sudah lama tidak bergelut di alam bebas, kemarin hari minggu tanggal 22 November 2009 saya ikut temen-temen pramuka dari gabungan racana di Ponorogo ( FORCAP ) yang mengadakan outbond dan refling bersama di daerah Ngebel Ponorogo, meskipun acara lumayan molor lama tapi cukup terobati dengan agenda yang menarik. Dengan mendatangkan pemateri dari senior outbond menjadi tambah menarik. Banyak sekali hal yang saya  ( STAIN )dapatkan dari sana, disamping ilmu yang bermanfaat, teman yang banyak, juga dapat merefresh otak dan pikiran yang sebelumnya penat.

Setelah outbond selesai saya dan teman-teman melaksanakan sholat dhuhur, makan siang dan langsung menuju lokasi refling yang lokasinya sedikit jauh dari teaga Ngebel ( dekat sumber air tiga rasa ), karena belum ada dari anggota cewek yang terjun, saya jadi terpanggil untuk refling ( lama tidak melakukan jadi kangen ), awanya cuma saya cewek satu-satunya tapi dengan sedikit rayuan akhirnya saya berhasil mengajak salah satu anggota cewek dari racana lain ( INSURI ) untuk ikut terjun… … continue reading this entry.

tErJeBak pAwAi…

kemarin tanggal 12 Agustus’09, dari Ponorogo langsung meluncur menuju Tulung Agung, kota kecil antara Blitar dan Trenggalek, dengan pelan saya memacu motor mengantar sang adek menjalani rutinitas awal calon mahasiswa baru, setiba di lokasi saya mencari semua fasilitas dan kebutuhan selama di sana, dan kebetulan hari itu di sana ada pawai kota, akhirnya tanpa pikir panjang saya pun menyanggupi untuk ikut, di tengah ramainya kendaraan saya harus rela berdesakan mengantri dan mencari celah untuk memudahkan motor saya berjalan, setelah memarkir kendaraan saya dan rombongan mencari temapt yang menurut kami mudah untuk menyaksikan pawai, ternyata di tengah kerumunan orang saya tanpa sengaja mendapati seorang ibu muda yang sedang ngidam nonton pawai, karena ga betah berdiri mungkin, akhirnya roboh juga di pelukan suami, sewaktu saya mau ambil gambarnya, saya dimarahi teman-teman (tidak ikut membantu malah mencuri foto). belum lagi ketika pulang darai pawai banyak sekali orang-orang yang masuk ke lintasan kereta api, tanpa berpikir bahaya menghampiri, meski yang disitu termasuk saya he… :mrgreen: … continue reading this entry.

sepenggal kenangan “PW IX”

100_0879

Kemarin, waktu yang telah saya lewatkan selama kurang lebih dua minggu, mengungsi ke pulau sebrang (Muaro Jambi) dalam even perkemahan wirakarya IX di Jambi.

Saya beserta rombongan dari kontingen STAIN Ponorogo berangkat hari jumat sore, dengan doa dari pembina tersayang juga tentunya, perjalananpun dimulai, bus melaju melewati daerah Wonogiri diiringi nyanyian-nyanyian ala pramuka kami terus bersemangat meski hanya dengan bus mini tanpa ac, tanpa tv, tapi mungkin itu yang akan memberikan kesan yang tak terlupakan. Tepat jam setengah dua saya dan rombongan sampai di daerah Brebes, tanpa kami duga bus yang kami tumpangi mogok di tengah jalan, setelah dibenahi pak sopir kami pun melaju lagi sekitar 10 menit dari tempat mogok pertama, hal yang sama terjadi, kali ini lebih parah karena ternyata kami harus menunggu sampai jam 8 pagi, baru bisa melanjutkan perjalanan, sorenya kami sudah bisa menyebrangi selat sunda.

Kami pun sempat mampir di beberapa tempat untuk makan, shalat, sampai bertamu dirumah pak lurah di salah satu desa di Palembang, pada Minggu malam akhirnya saya dan rombongan sampai di bumi perkemahan di STS Jambi, dengan isambut teman-teman pramuka yang sudah datang kami pun langsung mendirikan tenda tanpa peduli mengambil kapling yang seharusnya bukan untuk kami. Kegiatan pun berjalan di pagi harinya, upacara pembukaan dibuka oleh Menko Kesra Abu Rizal Bakri (di tengah-tengah teriknya matahari Jambi tentunya).

Saya dan teman-teman juga tidak melewatkan setiap moment untuk sekedar mengambil foto- foto disana, sangat menarik ketika kami (kontingen Jawa Timur) yang selalu membuat hal yang sedikit jauh dari ketenangan mungkin, tapi itu semua memang memberikan bekas tersendiri bagi saya. Ketika ada even wisata pun kami langsung sigap berangkat dengan membawa teman sekontingen sebanyak mungkin he… (rombongan liar) untuk keliling kota Jambi.

Semakin hari bemakin menarik kejadian-kejadiannya hingga tak terasa sudah saatnya kami harus kembali dan mengabdi lagi di tempat kita menimba ilmu masing-masing. Tentunya dalam perjalanan pulangpun kami takkan melewatkan setiap detik untuk bercanda tawa bersama dan meneriakkan suara-suara aneh ketika lapar sampai membuat ketua kami bingung. Sapa sangka sekembali dari kemah semua tapmpak lusuh dan hitam he…. tapi tentunya tetap menambah semangat kami juga.

huf….. itu sudah

… continue reading this entry.