DeMa Vs mAhAsiSwA

Selama satu minggu kemarin STAIN Ponorogo dan lebih tepatnya organisasi kemahasiswaan sedang punya gawe, musyawarah maha siswa ( MUSMA ) 2009. Setelah melalui beberapa proses dari pemilihan ketua UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ) dan SMJ ( Senat Mahasiswa Jurusan ), kini tiba saatnya pencalonan ketua DEMA ( Dewan Mahasiswa ) yang praktiknyha sedikit berbeda dengan tahun kemarin, kali ini calon diusung dari berbagai partai ( PRESMA, CASPER, PAKEM ). Yang lebih unik lagi para calon berangkat dari dua organisasai yang berbeda yang saling mendominasi

Tapi ternyata terjadi kontroversi yang cukup menarik dalam liku-likunya, salah satunya ada beberapa orang yang berangkat dari sebuah kekecewaan dari sebuah organisasi dan akhirnya mereka berkoalisi membentuk satu partai, dan banyak lagi siasat yang ada. Tapi yang pasti mereka yang tergabung dalam partai dan mahasiswa secara keseluruhan saya pikir sudah bosan dan jenuh dengan iklim kampus yang selama ini dianggap sangat buruk.

Dari pemilihan awal muncul dua calon yang sama kuat dan akhirnya selisih satu suara saja ( sesuai dengan slogan satu suara menentukan sebuah perubahan ). Yang mengejutkan ternyata setelah satu unggul dengan yanng lain, ternyata ada kendala dari pihak panitia ( kecil tapi merubah segalanya) yang akhirnya menimbulkan sedikit percekcokan yang menyebabkan baku hantam.

Disini….memang kita perlu mengakaji ulang terkait kepanitiaan, job-disc, dan ketransparansian.

Bagaimanapun, kita semua berharap calon yang diusung nantinya tidak mengecawakan para pendukungnya

Advertisements

8 Comments »

  1. Arifudin Said:

    Meski saya kurang begitu ahli dibidang politik, tapi menurut saya ada benarnya bahwa ketranparasian dan kenetralan dari penyelenggara pemilihan. Karena itu sangat penting sekali, sekecil apapun itu kalau dari pihak penyelenggara tidak transparan dan netral, maka sudah pasti baik hasil, dan peserta pemilihan merasa tak nyaman dan percaya terhadap penyelenggara pemilihan šŸ˜‰

  2. Dum Said:

    qul al-haqq wa lau kana murr

    but,

    fantadhir al-sa’ah jika kepemimpinan diserahkan bukan pada ahlinya.

    perubahan memang perlu, namun apakah perubahan ke arah yang ebih buruk tetap perlu?

    šŸ™‚

    salam sayang,
    Dum

  3. Mas Bagoes Said:

    Wah, kurang lengkap ceritanye.. lanjutkan!

  4. riFFrizz Said:

    moga yang jadi amanah beneran, dan nggak bikin kecewa yang udah milih

  5. detx Said:

    mahasiswa lak senengane ngunu kui, gontok2an gak jelas, nek wes dadi yo tambah gak jelas maneh, mung seneng rame pas acarane tapi eksekusine anget2 tai pitik šŸ˜‰

  6. arifudin Said:

    @ det : telek pak, dudu tai :mrgreen:

  7. lambang Said:

    Kita menunggu kinerja pemimpin yang sudah terpilih!
    mau di kemanakan kampus. .
    apakah ada peubahan yang lebih baik, standart, atau malah mundur. .

  8. ungkapkan Said:

    sampai sekarang belum terdengar gaungnya ney šŸ˜›


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: