Archive for June, 2009

sepenggal kenangan “PW IX”

100_0879

Kemarin, waktu yang telah saya lewatkan selama kurang lebih dua minggu, mengungsi ke pulau sebrang (Muaro Jambi) dalam even perkemahan wirakarya IX di Jambi.

Saya beserta rombongan dari kontingen STAIN Ponorogo berangkat hari jumat sore, dengan doa dari pembina tersayang juga tentunya, perjalananpun dimulai, bus melaju melewati daerah Wonogiri diiringi nyanyian-nyanyian ala pramuka kami terus bersemangat meski hanya dengan bus mini tanpa ac, tanpa tv, tapi mungkin itu yang akan memberikan kesan yang tak terlupakan. Tepat jam setengah dua saya dan rombongan sampai di daerah Brebes, tanpa kami duga bus yang kami tumpangi mogok di tengah jalan, setelah dibenahi pak sopir kami pun melaju lagi sekitar 10 menit dari tempat mogok pertama, hal yang sama terjadi, kali ini lebih parah karena ternyata kami harus menunggu sampai jam 8 pagi, baru bisa melanjutkan perjalanan, sorenya kami sudah bisa menyebrangi selat sunda.

Kami pun sempat mampir di beberapa tempat untuk makan, shalat, sampai bertamu dirumah pak lurah di salah satu desa di Palembang, pada Minggu malam akhirnya saya dan rombongan sampai di bumi perkemahan di STS Jambi, dengan isambut teman-teman pramuka yang sudah datang kami pun langsung mendirikan tenda tanpa peduli mengambil kapling yang seharusnya bukan untuk kami. Kegiatan pun berjalan di pagi harinya, upacara pembukaan dibuka oleh Menko Kesra Abu Rizal Bakri (di tengah-tengah teriknya matahari Jambi tentunya).

Saya dan teman-teman juga tidak melewatkan setiap moment untuk sekedar mengambil foto- foto disana, sangat menarik ketika kami (kontingen Jawa Timur) yang selalu membuat hal yang sedikit jauh dari ketenangan mungkin, tapi itu semua memang memberikan bekas tersendiri bagi saya. Ketika ada even wisata pun kami langsung sigap berangkat dengan membawa teman sekontingen sebanyak mungkin he… (rombongan liar) untuk keliling kota Jambi.

Semakin hari bemakin menarik kejadian-kejadiannya hingga tak terasa sudah saatnya kami harus kembali dan mengabdi lagi di tempat kita menimba ilmu masing-masing. Tentunya dalam perjalanan pulangpun kami takkan melewatkan setiap detik untuk bercanda tawa bersama dan meneriakkan suara-suara aneh ketika lapar sampai membuat ketua kami bingung. Sapa sangka sekembali dari kemah semua tapmpak lusuh dan hitam he…. tapi tentunya tetap menambah semangat kami juga.

huf….. itu sudah

… continue reading this entry.

Advertisements