Airmata Yang Patah

gesekan dedaunan bernyanyi lemah
dikepung angin basah
diantara ulat resah
dan air matamu patah
jatuh terkurai di keringnya tanah
sedang kerinduan adalah…
mata pisau yang kerap kau asah
di tiap perhentian
kita harus masih melangkah
di genangan cahaya
tanpa perlu bayangan
sebab hidup ini lucu
kadang kala angin menghempaskan butir-butir
debu…di ruang dada
dan hujan terlalu sinis menyapa
tapi kadang angin dan hujan
menumbuhkan bunga…
yang tak layu di ranting
jiwa kita..

Advertisements

1 Comment »

  1. yonesyohanes Said:

    aduh jdi menangis


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: