gesekan dedaunan bernyanyi lemah
dikepung angin basah
diantara ulat resah
dan air matamu patah
jatuh terkurai di keringnya tanah
sedang kerinduan adalah…
mata pisau yang kerap kau asah
di tiap perhentian
kita harus masih melangkah
di genangan cahaya
tanpa perlu bayangan
sebab hidup ini lucu
kadang kala angin menghempaskan butir-butir
debu…di ruang dada
dan hujan terlalu sinis menyapa
tapi kadang angin dan hujan
menumbuhkan bunga…
yang tak layu di ranting
jiwa kita..
Airmata Yang Patah
1 Comment »
{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }


yonesyohanes Said:
on November 13, 2009 at 8:47 am
aduh jdi menangis